Kamis, 04 Juli 2013

JAWABAN TUGAS 4,ETIKA & FILSAFAT KEPEMIMPINAN



Nama         :Yulita Atik Marchita
Nim            :2012210086
Prodi          :Ilmu Administrasi Negara
No HP        :082155173397

JAWABAN  TUGAS 4, ETIKA & FILSAFAT KEPEMIMPINAN 4.
1.      Menurut pendapat saya tentang konsep Etika dan filsafat di atas yaitu
Dari kedua konsep tersebut sangat berkaitan dan berhubungan erat, dimana kedua konsep tersebut  mengenai tentang perilaku seseorang atau kepribadian sifat baik  buruknya, dan  akhlak moral,nilai mengenai benar salahnya,serta sikap-sikap  dan keyakinan,cita-cita,dan aspirasi. Maka jika kita beretika bagus dan baik,akan menghasilkan suatu yang baik juga didalam kehidupan kita,apalgi jika di hubungan dengan filsafat,dimana filsafat sebagai landasan sperangkat keyakinan-keyakinan,dan cita-cita kita untuk mencapai suatu tujuan.Segala seseuatu yang kita cita-citakan dan aspirasikan,jika kita beretika baik,maka semua hasilnya akan baik pula.
2.      Bila kedua konsep tersebut di hubungankn dengan agama:
Menurut saya, sangat cocok sekali ,karena Kedua konsep ini bila dihubungkan dengan agama dan dilaksanakan atau dijalankan sesuai ajaran agama,akan menciftakan suatu prilaku yang sangat bagus dan baik,yang sesuai dengan ajaran-ajaran agama, beretika baik,serta mempunyai filsafah yang baik, bijaksana sehingga akan tercapainya suatu hasil atau tujuan yang sangat bagus.
Dimana agama di pandang sebagai pedoman hidup atau kepercayan/keyakinan yang di dalamnya terdapat larangan-larangan & yang boleh kita lakukan,dan apa yang kita harapkan.Karena agama merupakan salah satu norma dalam etika.Agama dan etika, serta filsafat saling berkaitan,ketiga konsep ini sama-sama baik mengenai ilmu  tentang  perilaku atau sikap baik,buruknya,   kewajiban moral, kumpulan asas atau nilai yang berkenaan  dengan akhlak, dan nilai mengenai benar dan salah, serta seperangkat keyakinan-keyakinan dan sikap-sikap, cita-cita, aspirasi-aspirasi dan tujuan-tujuan, nilai-nilai dan norma-norma.

TUGAS 3,ETIKA & FILSAFAT KEPEMIMPINAN



JAWABAN TUGAS 3,ETIKA & FILSAFAT KEPEMIMPINAN 3
1.      Sebagai calon administrator public yang diharapkan membawa perubahan pada pemimpin masa depan:
Kita sebagai leadher harus mempersiapkan diri untuk memimpin,dan menjadi pemimpin yang efektif.   Memimpin yang efektif itu harus di landasi rasa tanggung jawab,kepercayaan ,konsisten,dan mempunyai misi organisasi yang jelas dan tepat.Kepemimpinan akan berlangsung efektif, apabila fungsi-fungsi kepemimpinan diwujudkan sesuai dengan type kepemimpinan yang mampu memberikan peluang bagi orang yang dipimpin, untuk ikut berperan serta dalam menetapkan dan melaksanakan keputusan-keputusan.
Dengan demikian berarti setiap kreativitas dan inisiatif dalam kepemim­pinan yang efektif harus disalurkan dan dimanfaatkan. Memimpin yang efektif akan terwujud jika mam­pu menghormati hak-hak asasi manusia, meskipun akan selalu menghadapkan ke­pemimpinan pada berbagai konflik. Untuk  memimpin yang efektif,kita harus mampu menyelesaikan setiap konflik, se­bagai bagian dari tanggung jawab.
2.      Faktor-faktor  yang mendukung suksesnya ada sebagai  Self-Leadership   dan Superleadership yaitu
a.       Faktor-faktor  yang mendukung suksesnya ada sebagai  Self-Leadership   yaitu  suatu Tindakan.tindakan-tindakan itu berupa:
Ø  Perluasan strategi yang difokuskan pada perilaku, pola pikir dan perasaan yang digunakan untuk memengaruhi atas diri sendiri;
Ø  Apa yang orang lakukan untuk memimpin mereka sendiri
Ø   bentuk dari kepengikutan atau mungkin lebih tepatnya leadership focus pada diri sendiri yang mampu membatasi kembali kepengikutan tradisional;
Ø   Menyampaikan seperangkat petunjuk tentang bagaimana seseorang karyawan dapat bertanggung jawab mengatasi tantangan yang dikuasakan kepadanya
Ø  Sebagai kunci kepemimpinan abad kini;

b.      Faktor-faktor  yang mendukung suksesnya ada sebagai  Superleadership yaitu
Ø  Seseorang yang memimpin orang lain untuk memimpin diri mereka sendiri;
Ø  Mendesain dan meletakkan system yang diikuti dan mengajar karyawan untuk menjadi self-leader;
Ø  Pendekatan terdiri dari perluasan perangkat perilaku, yang semuanya dimaksudkan untuk menjadikan pengikut mempunyai kemampuan perilaku dan kognitif yang penting untuk melatih self-leadership.

3.      Dampak  yang diharapkan atas peran kita sebagai agent of change and development yaitu sbb;
Bagaimana kita dapat membuat /membangun suatu perubahan positif dalam kehidupan kita serta dapat membangun kemampuan, intelektual dalam perubahan  pembangunan yang positif, rasional dan modern  untuk mendorong suatu perwujudan dari fungsi, peran, karakteristik, dan kedudukannya yang strategis dalam pembangunan nasional. Karena itu peran kita sebagai generasi agent of change sangat diperlukan .

Kamis, 27 Juni 2013

STEREOTIP DALAM ETIKA DAN FILSAFAT KEPEMIMPINAN



Nama              :Yulita Atik Marchita
Nim                 :2012210086
No HP             :082155173397
Prodi               :Administrasi Negara

JAWABAN TUGAS 2.
      Immanuel Kant (1724-1804 M), mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya tiga persoalan, yaitu :
·         Apakah yang dapat kita ketahui (dijawab oleh metafisika)
·         Apakah yang boleh kita kerjakan (dijawab oleh etika) 
·         Sampai di manakah penghargaan kita (dijawab oleh agama)

1. Apakah yang dapat saya ketahui ?
Yang dapat saya ketahui yaitu bagaimana sebuah kekuatan yang terletak pada kekuatan mental,akal pikiran ,hati jiwa serta fisik tubuh manusia, yang mana jika manusia bisa membangkitkan kinerja semua unsur tubuh mereka dan mereka memiliki kekuatan super dasyat,dan  bagaimana tentang sesuatu hal yang tidak bisa kita rasakan oleh seluruh pancaindera dan tidak bisa di nalar oleh rasio manusia. Dimana didalam metafisika  dipahami sebagai suatu ilmu tentang batas-batas rasionalitas manusia. Metafisika tidak lagi hendak menyibak dan mengupas prinsip mendasar segala yang ada tetapi metafisika hendak pertama-tama menyelidiki manusia (human faculties) sebagai subjek pengetahuan

2. Apa yang harus saya lakukan ?
Yang harus saya lakukan yaitu: menjadi orang yang baik, berbuat baik dan menginginkan hal baik dalam hidup,dan kita harus mengetahui  sifat baik buruknya atau kelemahan diri kita sendiri.Di dalam etika,kita di tuntut untuk berbuat baik.karena Etika sebagai pedoman berbuat sesuatu dengan alasan tertentu. Alasan tersebut sesuai dengan nilai tertentu dan pembenarannya. Etika penting karena masyarakat selalu berubah, sehingga kita harus dapat memilih dan menyadari kemajemukan (norma) yang ada (filsafat praksiologik). Jadi etika juga merupakan sustu alasan untuk memilih nilai yang benar ditengah belantara norma. (filsafat moral).

3.   Apa yang bisa kita harapkan ?
Yang bisa kita harapkan, didalam kehidupan kita mengharapkan suatu keselamatan dan  hal yang baik,yang berguna bagi kehidupan kita dan sesuai dengan ajaran-ajaran agama. Maka kita juga memperhatikan bagaimana kita beretika di dalam bermasyarakat yang selalu berkaitan dengan agama, dimana agama di pandang sebagai pedoman hidup atau kepercayan/keyakinan yang di dalamnya terdapat larangan-larangan & yang boleh kita lakukan,dan apa yang kita harapkan.Karena agama merupakan salah satu norma dalam etika.Agama dan etika saling berkaitan,keduanya saling memperhatikan. Kant menyatakan bahwa memang tuhan hanya bisa didekati melalui iman dan iman itu dilandasi oleh hukum moral. Hukum moral mewajibkan kita untuk selalu melakukan kebaikan. Tetapi hukum moral ini mensyaratkan 3 hal utama, yaitu: kebebasan, keabadian jiwa, dan keberadaan tuhan.


Rabu, 26 Juni 2013

Unsur-unsur pokok dalam etika


Nama         :Yulita Atik Marchita
Nim            :2012210086
No HP        :082155173397/081937733947
Prodi          :Administrasi  Negara

            JAWABAN  TUGAS 1
Unsur-unsur pokok dalam Etika meliputi:
a. Kebebasan
Merupakan unsur  penting dalam norma moral. Kebebasan memberikan pilihan bagi  manusia untuk bersikap dan berperilaku. Hal ini sangat esensial mengingat norma moral itu adalah yang otonom. Jadi selalu ada pilihan(alternative) bagi manusia untuk  bersikap dan berperilaku berdasarkan nilai-nilai yang diyakininya. Adapun kebebasan manusia itu dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu:
  •   Kebebasan sosiala dalah kebebasan yang diterima dari orang lain (sesama manusia), yang berarti bersifat heteronom.
  •  Kebebasan eksistensial adalah kemampuan manusia untuk menentukan sikap dan perilaku dirinya sendiri yang berarti bersifat otonom.
b.      Tanggung Jawab
Tanggung jawab dapat diartikan sebagai kesediaan dasariah untuk melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya. Kewajiban merupakan beban yang harus dilaksanakan.Setiap bentuk tanggng jawab senantiasa  menuntut pertanggung jawaban apabila perbuatan itu sudah selesai dilakukan.Pertanggung jawaban ini adalah suatu tindakan member penjelasan yang dapat dibenarkan baik secara moral maupun secara hukum.Hal inilah yang disebut dengan akuntabilitas. Pengertian beban disini tentu dalam arti luas, tidak selalu berkonotasi tidak menyenangkan.Melainkan Pertimbangan moral, baru akan mempunyai arti apabila manusia tersebut mampu dan mau bertanggung jawab atas pilihan yang dibuatnya. Pertimbangan-pertimbangan moral hanya mungkin ditujukan bagi orang yang dapat dan mau bertanggung jawab.

c.       Hati Nurani
  •   Suara hati sering kali disebut dengan hati nurani. Kata synteresis lebih tepat diartikan sebagai hati nurani, yaitu pengetahuan intuitif tentang prinsip-prinsip moral.
  • Menurut Aquinas, hati nurani berasal langsung dari Tuhan dan oleh karena itu tidak  mungkin keliru. Apabila manusia menghadapi situasi konkret yang mengharuskannya memilih sikap-sikap moral tertentu, maka yang hadir pada saat itua dalah suara hati.Suara hati memang suara kejujuran, tetapi tidak identik dengan hakikat kebenaran itu sendiri. Artinya suara hari mungkin saja bias salah, tetapi kesalahan suara hati itu karena ketidaktahuan sipemilik suara hati itu, bukan karena ia sengaja berbuat salah.
  •   Franz Magnis Suseni menyebutkan tiga lembaga normative  yang mengajukan norma-norma (dalam arti yang lebih abstrak berupa nilai-nilai) mereka kepada kita.Pertama, adalah masyarakat, termasuk pemerintah, guru, orang tua, teman sebaya,dan pemuka agama. Lembaga normative tersebut baik secara implicit maupun eksplisit,akan  menyatakan apa yang baik dan tidak baik menurut mereka.Kedua, adalah ideology termasuk  agama di dalamnya. Kode etik profesi juga ada dalam kategori lembaga normative kedua ini.Ketiga, adalah superego pribadi. Seperti perasaan malu pada diri seseorang apabila yang bersangkutan melakukan suatu perilaku tidak terpuji.